Sabtu, 31 Agustus 2013

PENGANTAR MANAJEMEN PENDIDIKAN



A. Pengertian Manajemen Pendidikan

Manajemen pendidikan merupakan proses perencanaan,pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha pendidikan agar mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Manajemen pendidikan terdiri dari dua kata yaitu manajemen dan pendidikan, manajemen pendidikan dapat diartikan sebagai manajemen yang diterapkan dalam bidang pendidikan dengan spesifikasi dan ciri-ciri khas yang berkaitan dengan pendidikan.
Manajemen sering diartikan sebagai ilmu, seni, dan profesi. Dikatakan sebagai ilmu oleh Gullick (Yamin dan Maisah, 2009:1) karena “Manajemen dipandang sebagai suatu bidang ilmu pengetahuan yang secara sistematik berusaha memahami mengapa dan bagaimana orang bekerja sama”. Manajemendikatakan sebagai seni “Karena manajemen mencapai sasaran melalui cara-cara dengan mengatur orang lain menjalankan dalam tugas”. Manajemen dipandang sebagai profesi “Karena manajemen dilandasi oleh keahlian khusus untuk mencapai suatu prestasi manajer dan para profesional dituntun oleh suatu kode etik”.
Penjelasan dari pengertian manajemen sebagai ilmu, seni,dan profesi adalah sebagai berikut:
a.    Manajemen sebagai seni mengindikasikan bahwadi butuhkan suatu keterampilan khusus untuk melakukannya, sehingga keterampilan tersebut perlu dikembangkan melalui pelatihan manajemen.
b.    Manajemen sebagai suatu proses adalah cara sistematis melakukan pekerjaan bagi seorang manajer dengan tidak memperdulikan kecakapan tertentu yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan.
c.    Manajemen diartikan sebagai ilmu, karena teori-teori yang terdapat di dalamnya mampu menuntun manajer dengan memberikan kejelasan tentang apa yang harus mereka lakukan pada situasi tertentu dan mampu memprediksi akibat-akibat dari keputusan yang diambilnya. Manajemen memenuhi syarat sebagai ilmu pengetahuan karena memiliki serangkaian teori, meskipun teori-teori itu masihterlalu umum dan subjektif. Perjalanan suatu ilmu teori-teori manajemen yang ada diuji dengan pengalaman.Manajemen sebagai profesi karena seorang manajer profesional harus memiliki kompetensi sebagai dasarkeahlian khusus, diakui dan dihargai oleh masyarakat danpemerintah, memiliki kode etik, serta berkomitmen danberdedikasi dalam menekuni pekerjaannya.
Menurut Nawawi (Murniati dan Usman, 2009:37) “Manajemen merupakan kemampuan pimpinan (manajer) dalam mendaya gunakan orang lain melalui kegiatan menciptakan dan mengembangkan kerjasama dalam mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efesien”. Setiap organisasi termasuk organisasi pendidikan seperti sekolah sangat memerlukan manajemen untuk mengatur/mengelola kerjasama yang terjadiagar dapat berjalan dengan baik dalam pencapaian tujuan, untukitu pengelolaannya mesti berjalan secara sistematis melalui tahapan-tahapan dengan diawali oleh suatu rencana sampai tahapan berikutnya dengan menunjukan suatu keterpaduan dalam prosesnya, sehingga makna pentingnya manajemen semakin jelas bagi kehidupan manusia termasuk bidangpendidikan.

B. Konsep Dasar Pendidikan
Pendidikan bagi sebagian orang, berarti berusahamembimbing anak untuk menyerupai orang dewasa, sebaliknyabagi Jean Piaget (1896) pendidikan berarti menghasilkan,mencipta, sekalipun tidak banyak, sekalipun suatu penciptaandibatasi oleh pembandingan dengan penciptaan yang lain.Pandangan tersebut memberi makna bahwa pendidikan adalahsegala situasi hidup yang mempengaruhi pertumbuhan individusebagai pengalaman belajar yang berlangsung dalam segalalingkungan dan sepanjang hidup. Dalam arti sempit pendidikan adalah pengajaran yang diselenggarakan umunya di sekolahsebagai lembaga pendidikan formal.Dalam arti luas pendidikan meliputi semua perbuatan danusaha dari generasi tua untuk mengalihkan pengetahuannya,pengalamannya, kecakapannya, dan ketrampilannya kepadagenerasi muda sebagai usaha menyiapkannya agar dapatmemenuhi fungsi hidupnya baik jasmaniah maupun rohaniah.Artinya pendidikan adalah usaha secara sengaja dari orangdewasa untuk dengan pengaruhnya meningkatkan si anak kekedewasaan yang selalu diartikan mampu menimbulkantanggung jawab moril dari segala perbuatannya.Konsep dasar pendidikan yang ideal dapat dibagi kedalamenam macam:
1.    Dasar HistorisDasar yang memberikan persiapan kepada pendidik denganhasil-hasil pengalaman masa lalu, berupa undang-undangdan peraturan-peraturannya maupun berupa tradisi danketetapannya.
2.    Dasar SosiologisDasar berupa kerangka budaya dimana pendidikannya itubertolak dan bergerak, seperti memindahkan budaya,memilih dan mengembangkannya
3.    Dasar EkonomisDasar yang member perspektif tentang potensi-potensimanusia, keuangan, materi, persiapan yang mengatursumber keuangan dan bertanggung jawab terhadap anggaranpembelanjaan.
4.    Dasar Politik dan AdministrasiDasar yang memberi bingkai ideologi (aqidah) dasar yangdigunakan sebagai tempat bertolak untuk mencapai tujuanyang dicita-citakan dan rencana yang telah dibuat
5.    Dasar PsikologisDasar yang member informasi tentang watak peserta didik,pendidik, metode yang terbaik dalam praktek, pengukurandan penilaian bimbingan dan penyuluhan.
6.    Dasar FilsafatDasar yang memberi kemampuan memilih yang terbaik,member arah suatu system yang mengontrol dan memberiarah kepada semua dasar-dasar yang lain.
Pendidikan yang Islami haruslah menggunakan Al-Qur’an sebagai sumber utama dalam merumuskan berbagai konsepdasar tentang pendidikan islam. Sunnah merupakan pedomanhidup umat islam setelah Al-Qur’an. Semua amalan yang dikerjakan oleh Rasulullah SAW, baik itu perkataan maupunperbuatan beliau, dapat dijadikan sumber untuk pendidikanislam, karena Allah SWT telah menjadikan beliau sebagai teladanbagi umatnya.
Karena pandangan hidup (teologi) seorang muslimberdasarkan pada al-qur’an dan al-sunnah, maka yang menjadidasar pendidikan islam adalah al-qur’an dan al-sunnah tersebut.Jelaslah bagi kita semua bahwa Al-Qur’an dan Sunnah tidak bias dinafikan sebagai dasar pendidikan islam, yang berfungsi untukmendesain teori-teori tentang ilmu pendidikan islam.

C. Fungsi Manajemen Pendidikan
Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yangakan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yangakan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakankegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen pertamakali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernamaHenry Fayol pada awal abad ke-20. Ketika itu, ia menyebutkanlima fungsi manajemen, yaitu merancang, mengorganisir, memerintah,  mengordinasi, dan mengendalikan.
Kehadiran manajemen dalam organisasi adalah untukmelaksanakan kegiatan agar suatu tujuan tercapai denganefektif dan efesien. Fungsi manajemen dapat ditelaah dariaktivitas-aktivitas utama yang dilakukan para manajer. Dalammanajemen pendidikan terdapat fungsi-fungsi manajemen yangsaling berkaitan.Menurut Syafaruddin dan Nasution (2005:71) ada 4
(empat) fungsi manajemen yaitu: “(a) Perencanaan ( planning); (b) pengorganisasian (organizing);  (c) kepememimpinan( leadership );  dan  (d) pengawasan ( controlling )”. Berdasarkan kutipan di atas, maka dapat dijelaskan tentang fungsi darimanajemen pendidikan adalah sebagai berikut:
a.    Perencanaan ( planning)
merupakan tindakan awaldalam proses manajemen. Menurut Usman (2009:65)
 “Perencanaan adalah kegiatan yang ditentukan sebelumnya
untuk dilaksanakan pada suatu periode tertentu dalam rangkame
ncapai tujuan ditetapkan”. Pendapat senada dikemukakan
oleh Robbins (Syafaruddin dan Nasution, 2005:71) yaitu:
 “Perencanaan adalah
proses menetukan tujuan dan menetapkan
cara terbaik untuk mencapai tujuan”. Berdasarkan kutipan
tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa perencanaan padahakikatnya merupakan proses pengambilan keputusan atassejumlah pilihan mengenani sasaran dan cara-cara yang akandilaksanakan dimasa yang akan datang guna mencapai tujuanyang diharapkan.Usman (2009:65) mengemukakan tentang tujuanperencanaan adalah sebagai berikut:
1.    Standar pengawasan, yakni mencocokkan pelaksanaandengan perencanaan;
2.    Mengetahui kapan pelaksanaan dan selesainya suatukegiatan;
3.    Mengetahui siapa saja yang terlibat baik kualifikasimaupun kuantitasnya;4.
4.     Mendapatkan kegiatan yang sistematis termasuk biaya dankualitas pekerjaan;5.
5.     Meminimalkan kegiatan-kegiatan yang tidak produktif danpenghematan;6.
6.     Memberikan gambaran yang menyeluruh mengenaikegiatan pekerjaan;7.
7.     Menyerasikan dan memadukan beberapa sub-kegiatan;8.
8.     Mendetekdi hambatan kesulitan yang bakal ditemui;9.
9.     Mengarahkan pada pencapaian tujuan.Berdasarkan kutipan di atas, maka unsur-unsur yangterkandung dalam perencanaan adalah sejumlah kegiatan yangditetapkan sebelumnya, adanya proses, hasil yang ingin dicapai,dan menyangkut masa depan dalam waktu tertentu.
b.    Pengorganisasian (organizing)
Merupakan tempatberkumpulnya sejumlah orang yang bekerjasama untukmencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. MenurutWinardi (Syafaruddin dan Nasution, 2005:7)  “Pengorganisasian ( organizing ) adalah proses dimana pekerjaan yang ada dibagidalam komponen-komponen yang dapat ditangani dan aktivitas mengkoordinasi hasil-hasil yang akan dicapai sehingga tujuan yang ditetapkan dapat tercapai”.
Handoko (Usman, 2009:146) mengemukakan tentangpengorganisasian adalah sebagai berikut:
1.    Penentuan sumber daya dan kegiatan yang dibutuhkanuntuk mencapai tujuan organisasi;
2.    Proses perancangan dan pengembangan suatu organisasiyang akan dapat membawa hal-hal tersebut ke arahtujuan;
3.    Penugasan tanggung jawab tertentu;
4.    Pendelegasian wewenang yang diperlukan kepada individu-individu untuk melaksanakan tugas-tugasnya.
c.    Pengawasan ( controlling )
Merupakan tindakan terakhiryang dilakukan para manajer pada suatu organisasi. Menurut Winardi (Syafaruddin dan Nasution, 2005:74) “Fungsi pengawasan mencakup semua aktivitas yang dilaksanakan olehmanajer dalam upaya memastikan bahwa hasil aktual sesuai dengan hasil yang direncanakan”. Dengan pengawasan, diharapkan penyimpangan dalam berbagai hal dapat dihindarisehingga tujuan dapat tercapai.