PENGANTAR
MANAJEMEN PENDIDIKAN
A. Pengertian Manajemen Pendidikan
Manajemen pendidikan merupakan proses
perencanaan,pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha pendidikan agar
mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Manajemen pendidikan terdiri
dari dua kata yaitu manajemen dan pendidikan, manajemen pendidikan
dapat diartikan sebagai manajemen yang diterapkan dalam bidang pendidikan dengan
spesifikasi dan ciri-ciri khas yang berkaitan dengan pendidikan.
Manajemen sering diartikan sebagai ilmu, seni, dan profesi.
Dikatakan sebagai ilmu oleh Gullick (Yamin dan Maisah, 2009:1) karena
“Manajemen dipandang sebagai suatu bidang ilmu pengetahuan yang secara sistematik berusaha
memahami mengapa
dan bagaimana orang bekerja sama”. Manajemendikatakan sebagai seni “Karena
manajemen mencapai sasaran melalui cara-cara dengan mengatur orang lain
menjalankan dalam
tugas”. Manajemen dipandang sebagai profesi “Karena manajemen dilandasi oleh
keahlian khusus untuk mencapai suatu prestasi manajer dan para profesional
dituntun oleh suatu kode etik”.
Penjelasan dari
pengertian manajemen sebagai ilmu, seni,dan profesi adalah sebagai berikut:
a.
Manajemen sebagai seni
mengindikasikan bahwadi butuhkan suatu keterampilan khusus untuk melakukannya,
sehingga keterampilan tersebut perlu dikembangkan melalui pelatihan manajemen.
b. Manajemen sebagai
suatu proses adalah cara sistematis melakukan pekerjaan bagi seorang manajer
dengan tidak memperdulikan kecakapan tertentu yang saling berkaitan untuk
mencapai tujuan yang mereka inginkan.
c.
Manajemen diartikan
sebagai ilmu, karena teori-teori yang terdapat di dalamnya mampu menuntun
manajer dengan memberikan kejelasan tentang apa yang harus mereka lakukan pada
situasi tertentu dan mampu memprediksi akibat-akibat dari keputusan yang diambilnya.
Manajemen memenuhi syarat sebagai ilmu
pengetahuan karena memiliki serangkaian teori, meskipun teori-teori itu
masihterlalu umum dan subjektif. Perjalanan suatu ilmu teori-teori manajemen
yang ada diuji dengan pengalaman.Manajemen sebagai profesi karena seorang
manajer profesional harus memiliki kompetensi sebagai dasarkeahlian khusus,
diakui dan dihargai oleh masyarakat danpemerintah, memiliki kode etik, serta
berkomitmen danberdedikasi dalam menekuni pekerjaannya.
Menurut Nawawi (Murniati
dan Usman, 2009:37) “Manajemen merupakan kemampuan pimpinan
(manajer) dalam mendaya gunakan orang lain melalui kegiatan menciptakan
dan mengembangkan kerjasama dalam mencapai tujuan organisasi secara efektif dan
efesien”. Setiap organisasi termasuk organisasi pendidikan seperti sekolah
sangat memerlukan manajemen untuk mengatur/mengelola kerjasama yang terjadiagar
dapat berjalan dengan baik dalam pencapaian tujuan, untukitu
pengelolaannya mesti berjalan secara sistematis melalui tahapan-tahapan dengan diawali oleh suatu rencana sampai tahapan
berikutnya dengan menunjukan suatu keterpaduan dalam prosesnya, sehingga makna
pentingnya manajemen semakin jelas bagi kehidupan manusia termasuk
bidangpendidikan.
B. Konsep Dasar
Pendidikan
Pendidikan bagi
sebagian orang, berarti berusahamembimbing anak untuk menyerupai orang dewasa,
sebaliknyabagi Jean Piaget (1896) pendidikan berarti menghasilkan,mencipta,
sekalipun tidak banyak, sekalipun suatu penciptaandibatasi oleh pembandingan
dengan penciptaan yang lain.Pandangan tersebut memberi makna bahwa pendidikan
adalahsegala situasi hidup yang mempengaruhi pertumbuhan individusebagai
pengalaman belajar yang berlangsung dalam segalalingkungan dan sepanjang hidup.
Dalam arti sempit pendidikan adalah
pengajaran yang diselenggarakan umunya di sekolahsebagai lembaga pendidikan
formal.Dalam arti luas pendidikan meliputi semua perbuatan danusaha dari
generasi tua untuk mengalihkan pengetahuannya,pengalamannya, kecakapannya, dan
ketrampilannya kepadagenerasi muda sebagai usaha menyiapkannya agar dapatmemenuhi
fungsi hidupnya baik jasmaniah maupun rohaniah.Artinya pendidikan adalah usaha
secara sengaja dari orangdewasa untuk dengan pengaruhnya meningkatkan si anak
kekedewasaan yang selalu diartikan mampu menimbulkantanggung jawab moril
dari segala perbuatannya.Konsep dasar pendidikan yang ideal dapat dibagi
kedalamenam macam:
1.
Dasar HistorisDasar yang
memberikan persiapan kepada pendidik denganhasil-hasil pengalaman masa lalu,
berupa undang-undangdan peraturan-peraturannya maupun berupa tradisi danketetapannya.
2.
Dasar
SosiologisDasar berupa kerangka
budaya dimana pendidikannya itubertolak dan bergerak, seperti memindahkan
budaya,memilih dan mengembangkannya
3.
Dasar
EkonomisDasar yang member
perspektif tentang potensi-potensimanusia, keuangan, materi, persiapan yang
mengatursumber keuangan dan bertanggung jawab terhadap anggaranpembelanjaan.
4.
Dasar Politik
dan AdministrasiDasar yang memberi bingkai ideologi (aqidah) dasar
yangdigunakan sebagai tempat bertolak untuk mencapai tujuanyang dicita-citakan
dan rencana yang telah dibuat
5.
Dasar PsikologisDasar
yang member informasi tentang watak peserta didik,pendidik, metode yang terbaik
dalam praktek, pengukurandan penilaian bimbingan dan penyuluhan.
6.
Dasar FilsafatDasar yang
memberi kemampuan memilih yang terbaik,member arah suatu system yang mengontrol
dan memberiarah kepada semua dasar-dasar yang lain.
Pendidikan yang Islami haruslah menggunakan
Al-Qur’an sebagai sumber utama dalam
merumuskan berbagai konsepdasar tentang pendidikan islam. Sunnah
merupakan pedomanhidup umat islam setelah Al-Qur’an. Semua amalan yang dikerjakan
oleh Rasulullah SAW, baik itu perkataan maupunperbuatan beliau, dapat dijadikan
sumber untuk pendidikanislam, karena Allah SWT telah menjadikan beliau
sebagai teladanbagi umatnya.
Karena pandangan hidup
(teologi) seorang muslimberdasarkan pada
al-qur’an dan al-sunnah, maka yang menjadidasar pendidikan islam adalah
al-qur’an dan al-sunnah tersebut.Jelaslah
bagi kita semua bahwa Al-Qur’an dan Sunnah tidak bias dinafikan sebagai dasar
pendidikan islam, yang berfungsi untukmendesain teori-teori tentang
ilmu pendidikan islam.
C. Fungsi Manajemen
Pendidikan
Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yangakan selalu ada
dan melekat di dalam proses manajemen yangakan dijadikan acuan oleh manajer
dalam melaksanakankegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen pertamakali
diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernamaHenry Fayol pada awal
abad ke-20. Ketika itu, ia menyebutkanlima fungsi manajemen, yaitu merancang,
mengorganisir, memerintah, mengordinasi, dan mengendalikan.
Kehadiran manajemen
dalam organisasi adalah untukmelaksanakan kegiatan agar suatu tujuan tercapai
denganefektif dan efesien. Fungsi manajemen dapat ditelaah
dariaktivitas-aktivitas utama yang dilakukan para manajer. Dalammanajemen
pendidikan terdapat fungsi-fungsi manajemen yangsaling berkaitan.Menurut
Syafaruddin dan Nasution (2005:71) ada 4
(empat) fungsi manajemen
yaitu: “(a) Perencanaan ( planning); (b) pengorganisasian (organizing); (c) kepememimpinan( leadership );
dan (d) pengawasan ( controlling
)”. Berdasarkan kutipan di atas, maka dapat dijelaskan tentang fungsi darimanajemen
pendidikan adalah sebagai berikut:
a.
Perencanaan
( planning)
merupakan tindakan
awaldalam proses manajemen. Menurut Usman (2009:65)
“Perencanaan adalah kegiatan yang ditentukan sebelumnya
untuk dilaksanakan pada
suatu periode tertentu dalam rangkame
ncapai tujuan
ditetapkan”. Pendapat senada dikemukakan
oleh Robbins
(Syafaruddin dan Nasution, 2005:71) yaitu:
“Perencanaan
adalah
proses
menetukan tujuan dan menetapkan
cara terbaik untuk
mencapai tujuan”. Berdasarkan kutipan
tersebut, maka dapat disimpulkan
bahwa perencanaan padahakikatnya merupakan proses pengambilan keputusan
atassejumlah pilihan mengenani sasaran dan cara-cara yang akandilaksanakan
dimasa yang akan datang guna mencapai tujuanyang diharapkan.Usman (2009:65)
mengemukakan tentang tujuanperencanaan adalah sebagai berikut:
1.
Standar pengawasan,
yakni mencocokkan pelaksanaandengan
perencanaan;
2.
Mengetahui kapan
pelaksanaan dan selesainya suatukegiatan;
3.
Mengetahui siapa saja
yang terlibat baik kualifikasimaupun kuantitasnya;4.
4.
Mendapatkan
kegiatan yang sistematis termasuk biaya dankualitas pekerjaan;5.
5.
Meminimalkan
kegiatan-kegiatan yang tidak produktif danpenghematan;6.
6.
Memberikan
gambaran yang menyeluruh mengenaikegiatan pekerjaan;7.
7.
Menyerasikan dan
memadukan beberapa sub-kegiatan;8.
8.
Mendetekdi
hambatan kesulitan yang bakal ditemui;9.
9.
Mengarahkan pada
pencapaian tujuan.Berdasarkan kutipan di atas, maka unsur-unsur yangterkandung
dalam perencanaan adalah sejumlah kegiatan yangditetapkan sebelumnya, adanya
proses, hasil yang ingin dicapai,dan menyangkut masa depan dalam waktu
tertentu.
b.
Pengorganisasian
(organizing)
Merupakan tempatberkumpulnya sejumlah orang yang
bekerjasama untukmencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
MenurutWinardi (Syafaruddin dan Nasution, 2005:7) “Pengorganisasian ( organizing
) adalah proses dimana pekerjaan yang ada dibagidalam komponen-komponen yang
dapat ditangani dan aktivitas mengkoordinasi hasil-hasil yang akan dicapai
sehingga tujuan yang ditetapkan dapat tercapai”.
Handoko (Usman, 2009:146) mengemukakan
tentangpengorganisasian
adalah sebagai berikut:
1.
Penentuan sumber daya
dan kegiatan yang dibutuhkanuntuk mencapai tujuan organisasi;
2.
Proses
perancangan dan pengembangan suatu organisasiyang akan dapat membawa hal-hal tersebut ke arahtujuan;
3.
Penugasan tanggung
jawab tertentu;
4.
Pendelegasian wewenang
yang diperlukan kepada individu-individu untuk melaksanakan
tugas-tugasnya.
c.
Pengawasan
( controlling )
Merupakan tindakan terakhiryang dilakukan para
manajer pada suatu organisasi. Menurut Winardi (Syafaruddin dan Nasution,
2005:74) “Fungsi pengawasan mencakup semua aktivitas yang dilaksanakan
olehmanajer dalam upaya memastikan bahwa hasil aktual sesuai dengan hasil yang
direncanakan”. Dengan pengawasan, diharapkan penyimpangan dalam berbagai hal dapat
dihindarisehingga tujuan dapat tercapai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar