MANAJEMEN PERUBAHAN
Definisi
Perubahan dan Perubahan Pendidikan
1. Definisi
Perubahan:
Jeff
Davidson menjelaskan bahwa perubahan merujuk pada sebuah
terjadinya sesuatu yang berbeda dengan sebelumnya. Perubahan bisa juga bermakna
melakukan hal-hal dengan cara baru, mengikuti jalur baru, mengadopsi teknologi baru,
memasang sistem baru, mengikuti prosedur-prosedur manajemen baru, penggabungan (merging),
melakukan reorganisasi, atau terjadinya peristiwa yang bersifat mengganggu (disruptive) yang
sangat signifikan. Rumusan perubahan yang diungkapkan oleh Davidson tersebut,
bahwa perubahan organisasi termasuk lembaga pendidikan tinggi bisa terjadi di
berbagai aspek kehidupan organisasi.
Potts
dan LaMarsh melihat bahwa perubahan merupakan pergeseran dari
keadaan sekarang suatu organisasi menuju keadaan yang diinginkan di masa depan.
Perubahan dari keadaan sekarang tersebut dilihat dari sudut struktur, proses,
orang dan budaya. Perubahan lembaga menurut Potts dan LaMarsh dibatasi pada
aspek struktur organisasi, proses, orang dan budaya organisasi.
Menurut
Hussey, faktor pendorong terjadinya perubahan adalah perubahan
teknologi yang terus meningkat, persaingan semakin intensif dan menjadi lebih
global, pelanggan semakin banyak tuntutan, profil demografis negara berubah,
privatisasi bisnis milik masyarakat berlanjut dan stakeholders minta
lebih banyak nilai.
2. Definisi
Perubahan Pendidikan:
Lamarsh Lamarsh menyebutkan
bahwa manajemen Perubahan adalah sebuah aplikasi, terorganisir sistematis
pengetahuan, peralatan, dan sumber daya. Perubahan yang memberikan organisasi
proses kunci untuk mencapai strategi bisnis mereka.
Manajemen
perubahan sebagaimana diungkapkan oleh Potts dan LaMarsh dan dianut
Wibowo adalah suatu proses secara sistematis dalam menerapkan
pengetahuan, sarana dan sumber daya yang diperlukan untuk mempengaruhi
perubahan pada orang yang akan terkena dampak dari proses perubahan tersebut.
Manajemen
Perubahan: proses, alat dan teknik untuk mengelola orang-sisi proses perubahan,
untuk mencapai hasil yang diperlukan, dan mewujudkan perubahan secara efektif
di dalam individu, tim, dan sistem yang lebih luas.
Pengertian manajemen perubahan menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut:
- Menurut Wibowo, dalam bukunya Manajemen Perubahan, Manajemen perubahan adalah suatu proses secara sistematis dalam menerapkan pengetahuan, sarana dan sumber daya yang diperlukan untuk mempengaruhi perubahan pada orang yang akan terkena dampak dari proses tersebut.
- Menurut Prof. Dr. J. Winardi, manajemen perubahan adalah upaya yang ditempuh manajer untuk memanajemen perubahan secara efektif, dimana diperlukan pemahaman tentang persoalan motivasi, kepemimpinan, kelompok, konflik, dan komunikasi.
- Manajemen perubahan adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk mengelola akibat-akibat yang ditimbulkan karena adanya perubahan dalam organisasi. Organisasi dapat terjadi karena sebabsebab yang berasal dari dalam maupun dari luar organisasi tersebut.
- Menurut E. Rochyadi (2008), dalam modulnya yang berjudul manajemen perubahan, mengartikan bahwa secara umum perubahan sering diartikan sebagai kondisi yang berbeda dari kondisi sebelumnya. Artinya bahwa perubahan itu terjadi sebagai akibat yang timbul dari suatu proses yang terjadi kemudian dan menggambarkan antara sebelum dan sesudah peristiwa tersebut baik itu berkaitan dengan perubahan fisik, ide atau gagasan, yang hasilnya mungkin positif (growth), mungkin negatif (stagnation), atau mundur (collaps). Sejalan dengan pengertian yang dikemukakan oleh Wibowo (2012 : 1) yang dikatakan bahwa perubahan adalah transformasi dari keadaan sekarang menuju yang diharapkan di masa yang akan datang, suatu keadaan yang lebih baik.
- Menurut Wibowo, dalam bukunya Manajemen Perubahan, Manajemen perubahan adalah suatu proses secara sistematis dalam menerapkan pengetahuan, sarana dan sumber daya yang diperlukan untuk mempengaruhi perubahan pada orang yang akan terkena dampak dari proses tersebut.
- Menurut Prof. Dr. J. Winardi, manajemen perubahan adalah upaya yang ditempuh manajer untuk memanajemen perubahan secara efektif, dimana diperlukan pemahaman tentang persoalan motivasi, kepemimpinan, kelompok, konflik, dan komunikasi.
- Manajemen perubahan adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk mengelola akibat-akibat yang ditimbulkan karena adanya perubahan dalam organisasi. Organisasi dapat terjadi karena sebabsebab yang berasal dari dalam maupun dari luar organisasi tersebut.
- Menurut E. Rochyadi (2008), dalam modulnya yang berjudul manajemen perubahan, mengartikan bahwa secara umum perubahan sering diartikan sebagai kondisi yang berbeda dari kondisi sebelumnya. Artinya bahwa perubahan itu terjadi sebagai akibat yang timbul dari suatu proses yang terjadi kemudian dan menggambarkan antara sebelum dan sesudah peristiwa tersebut baik itu berkaitan dengan perubahan fisik, ide atau gagasan, yang hasilnya mungkin positif (growth), mungkin negatif (stagnation), atau mundur (collaps). Sejalan dengan pengertian yang dikemukakan oleh Wibowo (2012 : 1) yang dikatakan bahwa perubahan adalah transformasi dari keadaan sekarang menuju yang diharapkan di masa yang akan datang, suatu keadaan yang lebih baik.
Komponen
Manajemen Perubahan
- Tujuan perubahan
- Aspek strategis yang perlu
diubah
- Strategi yang diterapkan
- Sumber- sumber daya
- Manajer perubahan
- Agent of change
- Organisasi
- Target audiens yang pasti
Tekanan dan Faktor Internal
Kebutuhan
akan perubahan lebih bersifat faktor internal organisasi sedangkan kekuatan
untuk perubahan dapat bersumber dari faktor internal dan eksternal
(Wibowo,2012:82). Kemudian dijelaskan bahwa tekanan lingkungan lebih merupakan
faktor eksternal, sedangkan tekanan organisasional lebih merupakan faktor
internal. Sehingga yang akan dijelaskan disini yaitu bagaimana implementasi
dari tekanan organisasional yang dapat disebut sebagai tekanan internal
pendorong adanya perubahan. Terdapat lima kekuatan potensial untuk perubahan
internal organisasi (IAN Palmer, Richard Dunford, dan Gib Akin, 2009:65) :
- Growth pressure
- Integration and collaboration
pressures
- Identity pressures
- New broom pressures
- Power and political pressures
Pendekatan Manajemen Perubahan
Terdapat dua
pendekatan utama untuk manajemen perubahan yaitu:
1.
Planned Change (Perubahan Terencana)
Bullock dan
Batten (Burnes, 200:272) mengemukakan bahwa untuk melakukan perubahan terencana
perlu dilakukan empat fase tindakan yaitu sebagai berikut:
a - Exploration phase (fase
eksplorasi).
b - Planning phase (fase
perencanaan).
c - Action phase (fase
tindakan).
d - Integration phase (fase
integrasi).
2.
Emergent
Approach (Pendekatan
Darurat)
Emergent approach memberikan
arahan dengan melakukan penekanan pada lima gambaran organisasi yang dapat
mengembangkan atau menghalangi keberhasilan perubahan yaitu sebagai berikut:
- Organizational structure (struktur
organisasi).
2 - Organizational culture (budaya
organisasi).
3 - Organizational learning (organisasi
pembelajaran).
4 - Manajerial behaviour (perilaku
manajerial).
5 - Power and politics (kekuatan
dan politik).
Dalam melakukan emergent change, Pettigrew dan Whipp (Burnes,
2000:294) mengusulkan model untuk mengelola perubahan strategis dan operasional
dengan melibatkan lima faktor yang saling berkaitan yaitu sebagai berikut:
1. Environmental assesment (penelusuran
lingkungan).
2. Leading change (memimpin
perubahan).
3. Linking strategic and operational
change (menghubungkan perubahan strategis dan operasional).
4. Human resources sebagai assets dan liabilities (sumber
daya manusia sebagai kekuatan dan beban).
B. Model Manajemen Perubahan
B. Model Manajemen Perubahan
Burnes
(2000:462) mengemukakan bahwa perubahan organisasional dapat dilihat sebagai
produk dari tiga proses organisasi yang bersifat interpenden antara lain:
The
Choice Process (Proses Pilihan)
The choice process terdiri dari
tiga elemen yaitu sebagai berikut:
- Organizational context (konteks
organisasional).
b - Focus of choice (fokus
pilihan).
c - Organizational Trajectory (Lintasan
organisasional).
The
Trajectory Process (Proses Lintasan)
The trajectory process terdiri dari tiga elemen berikut:
- Vision (visi).
- Strategy (strategi).
c - Change (perubahan).
3 The
Change Processs (Proses Perubahan)
Proses perubahan terdiri dari tiga elemen yang saling berhubungan yaitu
sebagai berikut:
- Objectives
and Outcomes (Tujuan dan Manfaat)
Burnes (2000:470) mempunyai empat pendekatan yaitu:
1 A. The
Trigger (Pemicu)
Organisasi harus hanya menginvestigasikan perubahan untuk salah satu alasan
yaitu visi dan strategi perubahan menyoroti kebutuhan untuk perubahan, kinerja
saat ini mengindikasi bahwa seberapa masalah atau kepentingan muncul, dan
peluang yang timbul secara potensial menawarkan manfaat yang penting bagi
organisasi.
2 B. The
Remit (Pembatalan)
Hal ini harus
dinyatakan dengan jelas alasan untuk pengukuran, tujuan, skala waktu, dan siapa
yang harus dilibatkan serta dikonsultasikan. The remit harus
menekankan kebutuhan untuk fokus pada aspek manusia sebanyak pertimbangan
teknis dilibatkan.
3 C. The
assesment team (Tim Pengukuran)
Dalam hal ini, tim ini harus besifat multi disiplin, yang terdiri
perwakilan dari bidang yang berpengaruh (manajer dan staf), staf spesialis
(keuangan, teknis, dan personil).
4. The
Assesment (Pengukuran)
Tugas pertama asement team adalah me-review dan
jika perlu mengklarifikasi atau mengamandemen pembatalan.
B. Planning The Change (Merencanakan Perubahan)
B. Planning The Change (Merencanakan Perubahan)
Berikut adalah enam kegiatan yang saling berkaitan dalam melakukan proses
perencanaan dan perubahan yaitu:
1. Establishing a change management
team (membentuk tim manajemen perubahan).
2. Management structure (struktur
manajemen).
3. Activity planning (perencanaan
aktivitas).
4. Commitment planning (perencanaan
komitmen).
C. People
C. People
Terdapat tiga kegiatan yang berhubungan dengan manusia yang perlu dilakukan
untuk melakukan perubahan yaitu:
1 Menciptakan
Keinginan untuk Berubah
Dengan maksud mencapai hal ini ada empat langkah yang harus dilakukan
organisasi yaitu sebagai berikut:
1. Membuat orang peduli terhadap
perubahan.
2. Memberikan umpan balik secara reguler
terhadap proses kinerja invidual dan bidang kegiatan di dalam organisasi.
3. Mempublikasikan keberhasilan
perubahan.
4. Memahami ketakutan dan kepentingan
orang.
2 Melibatkan
Orang
Tipe keterlibatan orang dalam proses perubahan mempunyai dua faktor utama
yaitu sebagai berikut:
a. Menciptakan proses komunikasi
reguler dan efektif.
b. Membuat orang terlibat dalam proses
perubahan dan membuat mereka bertanggung jawab untuk itu.
3 Melanjutkan
Momentum
Organisasi harus melakukan hal sebagai berikut:
Organisasi harus melakukan hal sebagai berikut:
a. Memberikan dukungan pada agen
perubahan.
b. Mengembangkan kompetensi dan
keterampilan baru.
c. Memperkuat perilaku yang
diinginkan.
Tujuan Perubahan:
1.
Mempertahankan keberlangsungan hidup
organisasi baik jangka pendek maupun jangka panjang.
2.
Beradaptasi dengan perubahan yang
terjadi di lingkungan internal yang meliputi perubahan strategi korporasi,
tenaga kerja, teknologi dan peralatan yang digunakan dan sikap- sikap karyawan,
maupun lingkungan eksternal organisasi seperti perubahan pasar konsumen,
teknologi, peraturan dan hukum pemerintah serta lingkup ekonomi global.
3.
Memperbaiki efektivitas di dalam
organisasi agar mampu bersaing di pasar ekonomi modern yang meliputi perbaikan
efektivitas tim kerja dan perbaikan struktur dan sistem organisasi dalam hal
ini terkait implementasi strategi
SUMBER:
- http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2258338-pengertian-manajemen-perubahan-menurut-beberapa/
- http://jeffy-louis.blogspot.com/2011/01/manajemen-perubahan.html
- http://derafitria.wordpress.com/2012/10/05/definisi-dan-komponen-manajemen-perubahan/
SUMBER:
- http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2258338-pengertian-manajemen-perubahan-menurut-beberapa/
- http://jeffy-louis.blogspot.com/2011/01/manajemen-perubahan.html
- http://derafitria.wordpress.com/2012/10/05/definisi-dan-komponen-manajemen-perubahan/