DASAR-DASAR PERENCANAAN
A. Perencanaan, Manajemen, dan Administrasi
Hakikat perncanaan adalah suatu rangkaian proses kegiatan
menyiapkan keputusan mengenai apa yang di harapkan terjadi dan apa yang
dilakukan. Perencanaan bukanlah masalah kira-kira, manipulasi atau teoritis tanpa
fakta atau data yang kongkrit. dan persiapan perencanaan harus dinilai. Bangsa lain
yang terkenal perencanaannya adalah bangsa amerika serikat. Perencanaan sangat
menentukan keberhasilan dari suatu program sehingga bangsa amerika dan bangsa
jepang akan berlama-lama dalam membahas perencanaan dari padaaplikasinya.
Kajian tentang perencanaan padadasarnya selalu terkait
dengan konsep manajemen dan administrasi. Hal ini dapat di maklumi Karena baik
dalam konsep manajemen maupun administrasi, perencanaan merupakan unsur dan fungsi yang utama.
Salah satu fungsi manajemen, perencanaan menempati fungsi
pertama dan utama diantara fungsi-fungsi yang lainnya. Misalnya : POAC,
POSDCORB, PDCA, dan PPP menempatkan perencanaan dalam fungsi yang pertama. Bagi
para pakar manajeman menyatakan bahwa apabila perencanaan telah selesai dan
dilakukan dengan benar sebagian pekerjaan telah selesai dilaksanakan.
Perencanaan didefinisikan dalam berbagai macam ragam
tergantung dari sudut pandang mana melihat, serta latar belakang apa yang
mempengaruhi orang tersebut dalam merumuskan definisi. Diantara
definisi-definisi tersebut diantaranya :
1. Menurut Prajudi Atmusudirdjo, Perencanaan adalah perhitungan dan penentuan akan sesuatu yang akan dijalankan dalam mencapai tujuan tertentu, oleh siapa dan bagaimana (Abin, 2000).
2. Perencanaan dalam arti yang seluas-luasnya tidak lain adlah proses mempersiapkan kegiatan-kegiatan secara sistematis yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu (Bintoro Tjokroamidjodjo, 1977).
3. Perencanaan dapat diartikan sebagai proses penyusunan berbagai penyusunan berbagai keputusan yang akan dilaksanakan pada masa yang akan datang untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
1. Menurut Prajudi Atmusudirdjo, Perencanaan adalah perhitungan dan penentuan akan sesuatu yang akan dijalankan dalam mencapai tujuan tertentu, oleh siapa dan bagaimana (Abin, 2000).
2. Perencanaan dalam arti yang seluas-luasnya tidak lain adlah proses mempersiapkan kegiatan-kegiatan secara sistematis yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu (Bintoro Tjokroamidjodjo, 1977).
3. Perencanaan dapat diartikan sebagai proses penyusunan berbagai penyusunan berbagai keputusan yang akan dilaksanakan pada masa yang akan datang untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Dari beberapa definisi diatas, dapat kita analisis dantarik
beberapa butir penting yang perlu dijadikan pegangan dalam penyusunan suatu
rencana. Butir-butir tersebut, diantaranya yaitu : (a) berhubungan dengan masa
depan (b) seperangkat kegiatan (c) proses yang sistematis (d) hasil serta
tujuan tertentu.
Dengan memliki pemahaman akan pengertian perencanaan, kita dapat merumuskan sendiri fungsi dan tujuan perencanaan. Fungsi perencanaan adalah :
a. Sebagai pedoman pelaksanaan pengendalian
b. Menghindari pemborosan sumber daya
c. Alat bagi pengembangan quality assurance, dan
d. Upaya untuk memenuhi accauntabillity kelembagaan.
Dengan memliki pemahaman akan pengertian perencanaan, kita dapat merumuskan sendiri fungsi dan tujuan perencanaan. Fungsi perencanaan adalah :
a. Sebagai pedoman pelaksanaan pengendalian
b. Menghindari pemborosan sumber daya
c. Alat bagi pengembangan quality assurance, dan
d. Upaya untuk memenuhi accauntabillity kelembagaan.
B.
Konsep Dasar Pendidikan
Pendidikan merupakan upaya yang dapat mempercepat
pengembangan potensi manusia untuk mampu mengemban tugas yang dibebankan
kepadanya, karena hanya manusia yang dapat dididik dan mendidik. Pendidikan
dapat mempengaruhi perkembangan fisik, mental, emosional, moral serta keimanan
dan ketakwaan manusia.
Dalam Dictionary of education, pendidikan merupakan (a) Proses dimana seseorang mengembangkan kemampuan, sikap dan bentuk-bentuk tingkah laku lainnya dalam masyarakat dimana dia hidup (b) proses sosial daima orang dihadapkan pada pengaruh lingkungan yang terpilih dan terkontrol (khususnya yang datang dari sekolah), sehingga mereka dapat memperoleh dan mengalami perkembangan kemampuan sosial dan kemampuan individual yang optimal.
Dari ketiga pokok pikiran diatas pendidikan dapat menyangkut : Pertama, adanya aktifitas atau kegiatan dimana dalam pokok pikiran nomor satu ditekankan adanya kekuatan pertama dari pihak individu yang memiliki potendi untuk berkembang berbeda yang berbeda dengan insting pada binatang yang pada perkembangannya tidak sepesat dan setinggi yang dialami manusia.
Kedua, proses tersebut datang dari dua belah pihak yaitu individu yang memilki potensi untuk berkembang dan dari pihak luar individu yang mempengaruhi perkembangan individu secara interaktif.
Ketiga, proses tersebut memilki intensitas yang sama kuatnya, baik yang datang dari individu (potensi) maupun yang datang dari luar individu lingkungan (environment).
Aktualisai upaya pendidikan termaksud dapat dilakukan dalam
tataran praktis operasional terbatas, tataran satuan institusional, dan tataran
struktural.
C. Konsep
Dasar Perencanaan Pendidikan
Definisi perencanaan pendidikan menurut para ahli yaitu :
1.
Guruge (1972 ) perencanaan pendidikan adalah
proses mempersiapkan kegiatan di masa depan dalam bidang pembangunan pendidikan
adalah tugas dari perencanaan pendidikan.
2.
Albert Waterston ( 1975 ) perencanaan pendidikan
adalah investasi pendidikan yang dapat dijalankan dan kegiatan-kegiatan
pembangunan yang lain didasarkan atas pertimbangan ekonomi dan biaya serta
keuntungan social.
3.
Coombs ( 1982 ) perencanaan pendidikan adalah
suatu penerapan yang rasional dari analisis sistematis proses perkembangan
pendidikan dengan tujuan agar pendidikan lebih efektif dan efisien serta sesuai
dengan kebutuhan dan tujuan para peserta didik dan masyarakat.
Secara konseptual perencanaan pendidikan itu sangat
ditentukan oleh cara, sifat dan proses pengambilan keputusan sehingga nampaknya
dalam hal ini terdapat banyak komponen-komponen yang ikut serta dalam proses
pengambilan keputusan ini, antara lain :
1. Tujuan pembangunan nasional bangsa yang akan mengambil keputusan dala rangka kebijaksanaan nasional dalam bidang pendidikan. Target yang hendak dicapai berarti cara menyamapaikannya pun akan juga mempengaruhi didalamnya. Misalnya waktu pelaksanaan, pertahapan, taksis, dan strategi dala meletakan jalur kebijakan kemana akan dibawa pendidikan itu.
2. Masalah strategi adalah termasuk penganganan policy (kebijakan) secara operasional yang akan mewarnai proses pelaksanaan dari perencanaan pendidikan. Maka ketepatan peletakan strategi ini sangat penting adanya. Hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian dalam penanganan policy (kebijaksaan) ini adalah berkenaan dengan :
a. Sifat dan kibijakan pendidikan nasional
b. Proses nasional yang dalam tingkatan sedang berkembang
c. Cara pendekatan yang dipergunakan sebagai watak sistem perencanaan.
1. Tujuan pembangunan nasional bangsa yang akan mengambil keputusan dala rangka kebijaksanaan nasional dalam bidang pendidikan. Target yang hendak dicapai berarti cara menyamapaikannya pun akan juga mempengaruhi didalamnya. Misalnya waktu pelaksanaan, pertahapan, taksis, dan strategi dala meletakan jalur kebijakan kemana akan dibawa pendidikan itu.
2. Masalah strategi adalah termasuk penganganan policy (kebijakan) secara operasional yang akan mewarnai proses pelaksanaan dari perencanaan pendidikan. Maka ketepatan peletakan strategi ini sangat penting adanya. Hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian dalam penanganan policy (kebijaksaan) ini adalah berkenaan dengan :
a. Sifat dan kibijakan pendidikan nasional
b. Proses nasional yang dalam tingkatan sedang berkembang
c. Cara pendekatan yang dipergunakan sebagai watak sistem perencanaan.
Karakteristik perencanaan pendidikan ditentukan oleh konsep dan pemahaman tentang pendidikan. Dengan mempertimbangkan cirri-ciri pendidikan dalam perananya dalam proses pembangunan, maka perencanaan pendidikan mempunyai cirri-ciri sebagai berikut :
1. Harus mengutamakan nilai-nilai manusiawi,
2. Harus memberikan kesempatan untuk mengembangkan segala potensi peserta didik seoptimal mungkin
3. Harus memberikan kesempatan yang sama bagi peserta didik.
4. Harus komprehensif dan sistematis dalam arti tidak praktikal atau segmentaris tapi menyeluruh dan terpadu serta disusun secara logis dan rasional serta mencangkup berbagai jalur jenis dan jenjang pendidikan.
5. harus dikembangkan dengan memperhatikan keterkaitannya
dengan berbagai komponen pendidikan secara sistematis.
D. Analisis posisi Perencanaan Pendidikan
Perencanaan pendidikan pada dasarnya berpusat pada tiga
komponen utama yaitu :
1. Dengan perencanaan itu ditunjukkan tujuan ( visi, misi, dan sasaran ) apakah yang harus dicapai?
2. Bagaimanakah perencanaan itu dimulai?
3. Bagaimanakah cara mencapai tujuan ( visi, misi, dan sasaran ) yang harus dicapai?
1. Dengan perencanaan itu ditunjukkan tujuan ( visi, misi, dan sasaran ) apakah yang harus dicapai?
2. Bagaimanakah perencanaan itu dimulai?
3. Bagaimanakah cara mencapai tujuan ( visi, misi, dan sasaran ) yang harus dicapai?
Pertanyaan pertama, mempersoalkan tujuan yang merupakan
titik usaha yang harus dicapai. Tujuan adalah arah yang mempersatukan kegiatan
pembangunan, tanpa tujuan kegiatan pembangunan pendidikan akan tidak terarah
dan tidak terkendali. Tujuan merupakan cita-cita atau visi atau misi atau
sasaran merupakan hal yang absolute dan tidak dapat di tawar.
Pertanyaan kedua, mempersoalkan
titik pembangunan sebab pembangunan harus dimulai dari titik berangkat yang
pasti dalam arti tidak dimulai dari nol tapi dimulai dari tingkat yang telah
dicapai selama ini. Titik berangkat harus ditentukan berdasarkan evaluasi atau
kajian terhadap apa yang telah diperbuat bukan apa yang harus diperbuat.
Pertanyaan ketiga, dengan cara alternative atau upaya untuk mencapai tujuan dari tit ik berangkat yang telah ditentukan. Upaya ini dapat saja berbentuk pendekatan, kebijakan atau stategi yang kemungkinannya amat banyakuntuk memilih mana yang paling tepat dan efektif untuk mencapai tujuan tersebut.
Pengembangan pola dasar ini merupakan modal yang dapat
dipergunakan oleh planners sebagai salah satu pola piker yang meletakkan
perencanaan secara cepat pada posisi dan fungsi yang diinginkan.
Pembangunan pendidikan memerlukan resources yang perlu
diatur secermat mungkin, karena resources itu sangat langka. Perencanaan atau
perancangan hal ini berfungsi sebagai tool atau guide line for actions,
sehingga apa yang harus dilakkukan pada dasarnya sudah diatur dan ditata
terlebih dahulu.
Dalam perencanaan suatu usaha yang terpadu, koordinasi,
pemanfaatan sumber-sumber day, urutan prioritas, dapat disusun secara
sistematis dan komprehensif. Perencanaan dapat diartikan sebagai proses
penyusunan berbagai keputusan yang akan dilaksanakan pada masa yang akan datang
untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Keputusan-keputusan itu disusun
secara sistematis, rasional, secara ilmiah karena menerapkan berbagai
pengetahuan yang diperlukan.
E. Mekanisme Perencanaan Pendidikan
Perencanaan pendidikan terdiri atas beberapa jenis, tergantung dari sisi mana dilihatnya. Dari tinjauan tataran dan cakupannya, perencanaan pendidikan ada yang bersifat daerah atau regional, ada juga yang bersifat local dan ada pula yang bersifat kelembagaan atau institusional bahkan operasional.
Perencanaan pendidikan pada tingkat nasional mencangkup
seluruh usaha pendidikan untuk mencerdaskan atau membangun bangsa. Perencanaan pendidikan regional adalah perencanaan pada
tingkat daerah provinsi dan kabupaten/kota yang mencakup seluruh jenis dan
jernjang untuk daerah atau provinsi. Perencanaan lokal adalah perencanaan
pendidikan yang mencangkup berbagai kegiatan untuk kota atau kabupaten atau
satuan wilayah yang lebih terbatas dan tertentu.Perencana pendidikan kelembagaan adalah perencanaan pendidikan yang mencakup
satu institusi atau lembaga pendidikan, seperti: perencanaan sekolah, atau
perencanaan universitas, pusdiklat, dan serbagainya.
Daftar Pustaka
- sa'ud syaefudin udin dan Abin (2005). Perencanaan Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
- http://dasarpendidikanluarsekolah.blogspot.com/2011/01/dasar-dasar-perencanaan-pendidikan
- http://dasarpendidikanluarsekolah.blogspot.com/2011/01/dasar-dasar-perencanaan-pendidikan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar