SEJARAH MANAJEMEN
Manajemen berasal
dari bahasa
Prancis kuna ménagement,
yang memiliki arti seni
melaksanakan dan mengatur. Karenanya, manajemen dapat diartikan
sebagai ilmu dan seni tentang upaya untuk memanfaatkan semua sumber daya yang
dimiliki untuk mencapai tujuan secara efektif dan efesien.
Banyak kesulitan yang terjadi
dalam melacak sejarah manajemen. Beberapa orang melihatnya (dengan definisi)
sebagai konseptualisasi modern yang terlambat (dalam hal modernitas yang
terlambat). dalam istilah tersebut manajemen tidak memiliki sejarah pra-modern,
hanya merupakan pertanda. Beberapa orang lainnya, mendeteksi aktivitas
mirip-manajemen di masa pra-modern akhir. beberapa penulis melacak perkembangan
pemikiran manajemen pada pedagang-pedangan Sumeria dan pembangun piramid Mesir.
Para pemilik budak selama berabad-abad menghadapi permasalahan
eksploitasi/memotivasi budak yang bergantung namun terkadang suka melawan
(memaksa otoritas), namun banyak perusahaan pra-industri, dengan skala mereka
yang kecil, tidak merasa terdorong ungtuk menghadapi permasalahan manajemen
secara sistematis. namun, inovasi seperti penyebaran sistem angka Hindu-Arab
(abad ke-5 hingga ke15) dan kodifikasi kesekretariatan entri-ganda (1494)
menyediakan perangkat untuk penilaian, perencanaan dan kendali manajemen.
Beberapa penulis melacak
pengembangan manajemen sejauh perdagangan di Sumeria dan
pembangunan piramid di Mesir.
Sesungguhnya manajemen sudah ada sejak jaman dahulu, salah
satu bukti adalah Piramida di Mesir. Adanya bangunan Piramida di Mesir
menunjukkan bahwa pada zaman dulu telah ada serangkaian kegiatan yang diatur
sedemikian rupa, mengikuti tahapan-tahapan tertentu yang telah disiapkan hingga
bangunan Piramida yang megah di tengah gurun pasir dapat menjadi decak kagum
masyarakat dis seluruh dunia dari dulu hingga kini. Dari sejarah dapat kita
ketahui bahwa tidak kurang dari ribuan orang telah terlibat dalam pembangunan
Piramida di Mesir.
Selain Piramida di Mesir, ada juga
benteng raksasa yang berdiri sepanjang ribuan kilometer di Cina. Benteng ini
juga menunjukkan betapa orang-orang Cina dahulu telah melakukan kegiatan
manajemen (dalam bentuk apapun kegiatan manajemen tersebut sehingga bangunan
benteng yang kokoh dapat tetap bertahan hingga hari ini. Selain itu juga Candi
Borobudur di Indonesia, dan masih banyak contoh bangunan-bangunan kuno yang
sangat rumit bisa dibangun oleh nenek monyang kita. Dari bukti-bukti tersebut
dapat dilihat bagaimana orang-orang dahulu telah menerapkan manajemen.
Secara keilmuan, manajemen baru terumuskan kurang lebih di abad
18 atau awal abad 19 Masehi. Diantara tokoh-tokoh yang mula-mula memperkenalkan
manajemen secara keilmuan adalah Robert Owen (1771-1858) dan Charles Babbage
(1972-1871). Owen seorang pembaru dan indrustrialisasi dari Inggris adalah di
antara tokoh pertama yang menyatakan perlunya sumber daya manusia di dalam
organisasi dan kesejahteraan pekerja. Sedangkan Babbage seorang ahli matematika
dari Inggris orang yang pertama kali berbicara mengenai pentingnya efisiensi
dalam proses produksi. Dia meyakini akan perlunya pembagian kerja dan perlunya
penggunaan matematika dalam efisiensi penggunaan fasilitas dan material
produksi (Ernie dan Saefullah:
2005).
Dengan demikian bisa dikatakan Robert
Owen dan Charles Babbage adalah pionir dalam ilmu manajemen.
Abad 19.
Sesungguhnya manajemen sudah ada sejak
jaman dahulu, salah satu bukti adalah Piramida di Mesir. Adanya bangunan
Piramida di Mesir menunjukkan bahwa pada zaman dulu telah ada serangkaian
kegiatan yang diatur sedemikian rupa, mengikuti tahapan-tahapan tertentu yang
telah disiapkan hingga bangunan Piramida yang megah di tengah gurun pasir dapat
menjadi decak kagum masyarakat dis seluruh dunia dari dulu hingga kini. Dari sejarah
dapat kita ketahui bahwa tidak kurang dari ribuan orang telah terlibat dalam
pembangunan Piramida di Mesir.
Selain Piramida di Mesir, ada juga benteng raksasa yang berdiri sepanjang
ribuan kilometer di Cina. Benteng ini juga menunjukkan betapa orang-orang Cina
dahulu telah melakukan kegiatan manajemen (dalam bentuk apapun kegiatan
manajemen tersebut sehingga bangunan benteng yang kokoh dapat tetap bertahan
hingga hari ini. Selain itu juga Candi Borobudur di Indonesia, dan masih banyak
contoh bangunan-bangunan kuno yang sangat rumit bisa dibangun oleh nenek
monyang kita. Dari bukti-bukti tersebut dapat dilihat bagaimana orang-orang
dahulu telah menerapkan manajemen.
Secara keilmuan, manajemen baru
terumuskan kurang lebih di abad 18 atau awal abad 19 Masehi. Diantara
tokoh-tokoh yang mula-mula memperkenalkan manajemen secara keilmuan adalah
Robert Owen (1771-1858) dan Charles Babbage (1972-1871). Owen seorang pembaru
dan indrustrialisasi dari Inggris adalah di antara tokoh pertama yang menyatakan
perlunya sumber daya manusia di dalam organisasi dan kesejahteraan pekerja.
Sedangkan Babbage seorang ahli matematika dari Inggris orang yang pertama kali
berbicara mengenai pentingnya efisiensi dalam proses produksi. Dia meyakini
akan perlunya pembagian kerja dan perlunya penggunaan matematika dalam
efisiensi penggunaan fasilitas dan material produksi (Ernie dan Saefullah: 2005).
Dengan demikian bisa dikatakan Robert Owen dan Charles Babbage adalah pionir
dalam ilmu manajemen.
Bidang pelajaran manajemen
berkembang dari ekonomi dalam abad 19. Pelaku Ekonomi klasikAdam Smith dan John Stuart Mill memberikan teori teori pengaturan
sumber daya| pengaturan sumber daya, produksi dan
penetapan harga. Pada saat yang hampir bersamaan, penemu seperti Eli Whitney, James Watt, dan Matthew Boulton mengembangkan teknik produksi seperti Penetapan standar, prosedur kontrol kualitas, akuntansi
biaya, penukaran
bahan, dan perencanaan
kerja. seperti
Pada pertengahan abad 19, Robert Owen, Henry Poor, dan M. Laughlin dan lain-lain memperkenalkan elemen
manusia dengan teori pelatihan, motivasi, struktur
organisasi dan kontrol pengembangan pekerja.
Pada akhir abad 19, Pelaku ekonomi
marginal Alfred Marshall dan Leon Walras dan lainnya memperkenalkan lapisan
baru yang kompleks ke teori manajemen. Pada 1900an manajer mencoba mengganti teori mereka
secara keseleruhan berdasarkan sains.
Abad 20
Teori pertama tentang manajemen
yang lengkap muncul sekitar tahun 1920.
Orang seperti Henry Fayol dan Alexander Church menjelaskan beberapa cabang dalam
manajemen dan hubungan satu sama lain.
Peter Drucker menulis salah satu buku paling awal
tentang manajemen terapan: “Konsep Korporasi” (Concept of the Corporation),
diterbitkan tahun 1946.
Buku ini muncul atas ide Alfred Sloan (chairman dari General Motors) yang menugaskan penelitian
tentang organisasi.
H. Dodge, Ronald Fisher, dan Thorton C Fry
memperkenalkan teknik statistika ke dalam manajemen. Pada tahun 1940an, Patrick
Blackett mengkombinasikan
teori statistika dengan teori mikroekonomi dan lahirlah ilmu riset operasi.
Riset operasi, sering dikenal dengan “Sains Manajemen”, mencoba pendekatan
sains untuk menyelesaikan masalah dalam manajemen, khususnya di bidang logistik dan
operasi.
Mendekati akhir abad 20, manajemen
terdiri dari beberapa bidang terpisah, termasuk:
- Manajemen Sumber daya
manusia
- Manajemen operasi atau produksi
- Manajemen
strategi
- Manajemen
pemasaran
- Manajemen
keuangan
- Manajemen
informasi teknologi
Manajemen sebenarnya sudah ada
sejak manusia ada. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan arsitek Mesir Kuno
mewujudkan karyanya berupa piramid Cheops. Pembangunan piramid yang melibatkan
ratusan ribu tenaga kerja tidak akan terwujud tanpa adanya manajemen yang baik.
Hanya saja istilah manajemen baru muncul pada tahun 1886. Di Indonesia,
manajemen sudah dipraktikkan pada masa pra sejarah. Adanya Candi Borobudur pada
abad ke-8 dan Candi Prambanan pada abad ke-9 merupakan bukti bahwa manajemen
sudah lama dipraktikkan di Indonesia.
Pertumbuhan manajemen meliputi
tiga fase yaitu
1)
Fase pra sejarah, yang berakhir pada tahun 1.
2)
Fase sejarah, yang berakhir pada tahun 1886
TOKOH-TOKOH MANAJEMEN
1. Robert Owen (1771-1858)/ Bapak Manajemen Personalia
Beliau mencurahkan perhatiannya pada penggunaan
faktor produksi mesin dan faktor produksi tenaga kerja.Lalu dari pengamatan
tersebut beliau menyimpulkan, bahwa :
a. Peningkatan kondisi karyawan (perumahan, jam
kerja) dapat meningkatkan hasil produk dan laba
b. Kuantitas dan kualitas hasil pekerjaan dipengaruhi oleh
situasi ekstern dan intern dari pekerjaan
2. Charles Babbage (1792-1871)
Seorang Profesor Matematika dari Inggris yang menaruh
perhatian dan minat pada bidang manajemen. Beliau mempunyai pendapat,
bahwa :
a. Penerapan
prinsip ilmiah dalam proses kerja dapat meningkatkan produktivitas,
menekan cost
b. Ide
kegiatan perakitan : pekerja dapat dilatih ketrampilan tertentu dan
bertanggungjawab thd apa yang dikerjakan
FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN MENURUT AHLI
Fungsi Manajemen Menurut
Hendry Fayol :
Ada 5 fungsi Manajemen (PO3C), terdiri
dari :
1. Perencanaan
(planning) berupa penentuan langkah-langkah yang memungkinkan organisasi
mencapai tujuan-tujuannya.
2. Pengorganisasian
dan (organizing), dalam arti mobilisasi bahan materiil dan sumber daya manusia
guna melaksanakan rencana.
3. Memerintah
(Commanding) dengan memberi arahan kepada karyawan agar dapat menunaikan tugas
pekerjaan mereka
4. Pengkoordinasian
(Coordinating) dengan memastikan sumber-sumber daya dan kegiatan organisasi
berlangsung secara harmonis dalam mencapai tujuannya.
5. Pengendalian
(Controlling) dengan memantau rencana untuk membuktikan apakah rencana itu
sudah dilaskanakan sebagaimana mestinya.
Namun saat ini, lima fungsi tersebut
telah diringkas sedetail mungkin oleh Hendry Fayol yaitu :
1). Planning atau perencanaan
merupakan pemilihan atau
penetapan tujuan-tujuan organisasi dan penentuan strategi kebijaksanaan proyek
program prosedur metode sistem anggaran dan standar yang dibutuhkan utk
mencapai tujuan.
2). Organizing atau
pengorganisasian
·
Penentuan sumber daya-sumber daya dan kegiatan-kegiatan yg dibutuhkan utk
mencapai tujuan organisasi.
·
Perancangan dan pengembangan suatu organisasi atau kelompok kerja yg akan
dapat membawa hal-hal tersebut ke arah tujuan.
·
Penugasan tanggung jawab tertentu
·
Pendelegasian
wewenang yang diperlukan kepada individu-individu untuk melaksanakan tugasnya.
3). Staffing
Staffing atau penyusunan personalia
adl penarikan (recruitment) latihan dan pengembangan serta penempatan dan
pemberian orientasi pada karyawan dalam lingkungan kerja yg menguntungkan dan
produktif.
4). Leading atau fungsi pengarahan
adalah bagaimana membuat
atau mendapatkan para karyawan melakukan apa yg diinginkan dan harus mereka
lakukan.
5). Controlling atau pengawasan
adalah penemuan dan
penerapan cara dan alat untuk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai
dengan yg telah ditetapkan.
Fungsi Manajemen Menurut George Terry
Fungsi Manajemen menurut Geroge Terry
~ POAC
Terry mendefinisikan
manajemen dalam bukunya Principles of Management yaitu
"Suatu proses yang membedakan atas perencanaan, pengorganisasian,
penggerakan dan pengawasan dengan memanfaatkan baik ilmu maupun seni demmi
mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya".
Dari definisi Terry itulah kita bisa
melihat fungsi manajemen menurutnya. Berikut ini adalah fungsi manajemen
menurut Terry:
- Perencanaan (planning) yaitu sebagai dasar pemikiran dari
tujuan dan penyusunan langkah-langkah yang akan dipakai untuk mencapai
tujuan. Merencanakan berarti mempersiapkan segala kebutuhan,
memperhitungkan matang-matang apa saja yang menjadi kendala, dan
merumuskan bentuk pelaksanaan kegiatan yang bermaksuud untuk mencapai
tujuan.
- Pengorganisasian (organization) yaitu sebagai cara untuk
mengumpulkan orang-orang dan menempatkan mereka menurut kemampuan dan
keahliannya dalam pekerjaan yang sudah direncanakan.
- Penggerakan (actuating) yaitu untuk menggerakan organisasi agar
berjalan sesuai dengan pembagian kerja masing-masing serta menggerakan
seluruh sumber daya yang ada dalam organisasi agar pekerjaan atau kegiatan
yang dilakukan bisa berjalan sesuai rencana dan bisa memcapai tujuan.
- Pengawasan (controlling) yaitu untuk mengawasi apakah gerakan
dari organisasi ini sudah sesuai dengan rencana atau belum. Serta
mengawasi penggunaan sumber daya dalam organisasi agar bisa terpakai
secara efektif dan efisien tanpa ada yang melenceng dari rencana.
Hakikat dari fungsi manajemen dari Terry adalah apa yang
direncakan, itu yang akan dicapai. Maka itu fungsi perencanaan harus dilakukan
sebaik mungkin agar dalam proses pelaksanaanya bisa berjalan dengan baik serta
segala kekurangan bisa diatasi. Sebelum kita melakukan perencanaan, ada baiknya
rumuskan dulu tujuan yang akan dicapai.
Fungsi Manajemen Menurut Luther
Gullick
Fungsi Manajemen
menurut luther Gullick ~ Pos Dicorecbug, terdiri dari :
1). Planning (Perencanaan)
Perencanaan yang kata dasarnya “rencana” pada dasarnya merupakan tindakan
memilih dan menetapkan segala aktifitas dan sumber daya yang akan dilaksanakan
dan digunakan di masa yang akan datang untuk mencapai tujuan tertentu.
Perencanaan mengacu pada pemikiran dan penentuan apa yang akan dilakukan di
masa depan, bagaimana melakukannya, dan apa yang harus disediakan untuk
melaksanakan aktivitas tersebut untuk mencapai tujuan secara maksimal.
Fungsi dari
perencanaan tersebut adalah sebagai berikut :
- Menjelaskan berbagai masalah.
- Menentukan prioritas
masalah
- Menentukan tujuan dan
indicator keberhasilan
- Mengkaji hambatan dan
kendala
- Menyusun rencana
kerja operasioanal
Sedangkan manfaat
perencanaan tersebut adalah sebagai berikut:
a. Mengurangi ketidakpastian serta perubahan pada waktu mendatang.
b. Dimungkinkan melakukan pilihan dari berbagai alternatif tindakan.
c. Mengarahkan perhatian pada tujuan.
d. Merupakan sarana untuk mengadakan pengawasan.
e. Memudahkan melakukan koordinasi diantara berbagai organisasi
f. Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti, sehingga menghemat waktu, usaha
dan dana.
Tahap-tahap
perencanaan :
a. Perumusan tujuan, pada tahap ini penyususn perencanaan harus merumuskan
tujuan yang hjendak di capai di masa yang akan datang.
b. Perumusan kebijaksanaan, yakni merumuskan bagaiaman usaha
untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan dalam bentuk tindakan-tindakan yang
terkoordinir terarah dan terkontrol.
c. Perumusan prosedur, yakni menentukan batas-batas dari
masing-masing komponen (sumberdaya).
d. Perencanaan skala kemajuan, merumuskan standar hasil yang
yang akan diperoleh melalui pelaksanaan aktivitas pada waktu tertentu.
e. Perencanaan bersifat menyeluruh, maksudnya setelah tahap a s/d d dirumuskan
dengan baik.
Persyaratan yang
dimaksud terdiri dari :
a. Harus didasarkan pada tujuan yang jelas, maksudnya semua komponen
perencanaan dikembangkan dengan berorientasi pada tujuan yang jelas.
b. Bersifat sederhana, realistis, dan praktis, maksudnya perencanaan yang
dibuat tidak bersifat muluk-muluk.
c. Terperinci, maksudnya harus memuat segala uraian dan klasifikasi rangkaian
tindakan yang akan dilaksanakan.
d. Memiliki fleksibilitas artinya perencanaan yang dibuat tidak bersifat kaku.
e. Terdapat perimbangan antara unsure atau komponen yang terlibat dalam
pencapaian tujuan.
f. Diupayakan adanya penghematan sumber daya serta kemungkinan diadakannya
sumberdaya tersebut di masa-masa aktivitas sedang berlangsung.
Diusahakan agar
tidak terduplikasi dalam pelaksanaan.
Kegiatan seorang manejer adalah menyusun rencana. Menyusun rencana, berarti
memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan
adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai suatu hasil yang
diinginkan. Pembatasan yang terakhir merumuskan perencanaan merupakan penetapan
jawaban kepada enam pertanyaan berikut :
1) Tindakan apa yang harus dikerjakan ?
2) Mengapa tindakan itu harus dikerjakan ?
3) Di manakah tindakan itu harus dikerjakan ?
4) Kapankah tindakan itu harus dikerjakan ?
5) Siapakah yang akan mengerjakan tindakan itu ?
6) Bagaimana cara melaksanakan tindakan itu ?
2). Organizing
(Pengorganisasian )
Pengoganisasian diartikan sebagai kegiatan pembagi
tugas-tugas pada orang yang terlibat dalam kerja sama di sekolah. Kegiatan pengorganisasian menentukan siapa yang akan
melaksanakan tugas sesuai pronsip pengorganisasian. Sehingga pengorganisasian
dapat disebut sebagai keseluruhan proses memilih orang-orang serta
mengalokasikannya sarana dan prasarana untuk memunjang tugas orang-orang itu
dalam organisasi dan mengatur mekanisme kerjanya sehingga dapat menjamin
pencapaian tujuan.
Efesiensi dalam pengorganisasian adalah pengakuan terahadap sekolah-sekolah
pada penggunaan waktu dan uang dan sumber daya yang terbatas dalam mencapai
tujuan, yaitu alat yang diperlukan, pengalokasian waktu, dana dan sumber daya
sekolah.
3). Staffing
(Penyusunan pegawai)
Seperti fungsi-fungsi manajemen lainnya, staffing juga merupakan
fungsi yang tidak kalah pentingnya. Tetapi agak berbeda dengan fungsi lainnya,
penekanan dari fungsi ini lebih difokuskan pada sumber daya yang akan melakukan
kegiatan-kegiatan yang telah direncakan dan diorganisasikan secara jelas pada
fungsi perencanaan dan pengorganisasian. Aktifitas yang dilakukan dalam fungsi
ini, antara lain menentukan, memilih, mengangkat, membina, membimbing sumber
daya manusia dengan menggunakan berbagai pendekatan dan atau seni pembinaan
sumber daya manusia.
Penyediaan staf merupakan pengarahan dan latihan sekelompok orang yang
mengerjakan sesuatu tugas, dan memelihara kondisi kerja yang menyenangkan.
Dalam upaya mengembangkan staf metode yang dapat dipergunakan, antara lain:
latihan jabatan, penugasan khusus, simulasi, permainan peranan, satuan tugas
penelitian, pengembangan diri dan seterusnya. Sementara itu
ada tiga tipe program pengembangan staf yang terdiri dari: presupervisory
programs, middle management programs dan executive development programs.
4). Directing
(Pengarahan)
Pengarahan adalah penjelasan, petunjuk, serta pertimbangan dan bimbingan
terdapat para petugas yang terlibat, baik secara structural maupun fungsional
agar pelaksanaan tugas dapat berjalan dengan lancar, dengan pengarahan
staff yang telah diangkat dan dipercayakan melaksanakan tugas di
bidangnya masing-masing tidak menyimpang dari garis program yang telah
ditentukan.
Dalam pelaksanaannya pengarahan ini seringkali dilakukan bersamaan dengan controlling
sambil mengawasi, manajer sering kali memberi petunjuk atau bimbingan bagaimana
seharusnya pekerjaan dikerjakan.
Jika pengarahan yang disampaikan manajer sesuai dengan kemauan dan
kemampuan dari staf, maka staf pun akan termotivasi untuk memberdayakan
potensinya dalam melaksanakan kegiatannya
Fungsi pengarahan melibatkan
pembimbingan dan supervisi terhadap usaha-usaha bawahan dalam rangka pencapaian
sasaran-sasaran organisasi. Dalam kaitannya dengan fungsi ini, ilmu-ilmu
perilaku telah memberikan sumbangan besar dalam bidang-bidang motivasi dan
komunikasi.
5).
Coordinating (Koordinasi)
Koordinating atau pengkoordinasian merupakan satu dari beberapa fungsi
manajemen untuk melakukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan,
percekcokan, kekosongan kegiatan dengan jalan menghubungkan, menyatukan dan
menyelaraskan pekerjaan bawahan sehingga terdapat kerja sama yang terarah dalam
upaya mencapai tujuan organisasi. Koordinasi adalah mengimbangi
dan menggerakkan tim dengan memberikan lokasi kegiatan pekerjaan yang cocok
dengan masing-masing dan menjaga agar kegiatan itu dilaksanakan dengan
keselarasan yang semestinya di antara para anggota itu sendiri.
Pengkoordinating merupakan suatu aktivitas manajer membawa orang-orang yang
terlibat organisasi ke dalam suasana kerja sama yang harmonis.
Dengan adanya pengoordinasian dapat dihindari kemungkinan terjadinya
persaingan yang tidak sehat dan kesimpangsiuran di dalam bertindak antara
orang-orang yang terlibat dalam mencapai tujuan organisasi.
Koordinasi ini mengajak semua sumber daya manusia yang tersedia untuk
bekerjasama menuju ke satu arah yang telah ditentukan.
Koordinasi diperlukan untuk mengatasi kemunginan terjadinya duplikasi dalam
tugas, perebutan hak dan wewenang atau saling merasa lebih penting di antara
bagian dengan bagian yang ada dalam organisasi. Pengorganisasian dalam suatu
organisasi , termasuk organisasi pendidikan, dapat dilakukan
melalui berbagai cara seperti :
a. Melaksanakan penjelasan singkat
b. Mengadapat rapat kerja
c. Memberikan balikan tentang hasil suatu kegiatan.
6). Reporting (Pelaporan)
Dengan pelaporan dimaksudkan sebagai fungsi yang
berkaitan dengan pemberian informasi kepada manajer, sehingga yang bersangkutan
dapat mengikuti perkembangan dan kemajuan kerja. Jalur pelaporan dapat bersifat
vertikal, tetapi dapat juga bersifat horizontal. Pentingnya pelaporan terlihat
dalam kaitannya dengan konsep sistem informasi manajemen, yang merupakan hal
penting dalam pembuatan keputusan oleh manajer.
Segala kegiatan organisasi pendidikan mulai
dari perencanaan hingga pengawasan, bahkan pemberian umpan balik tidak memiliki
arti jika tidak direkam secara baik melalui pencatatan-pencatatan yang benar
dan tepat. Semua proses dan atau kegiatan yang direncanakan dan dilaksanakan
dalam organisasi formal, sperti lembaga pendidikan, pada umumnya
selalu dipertanggung jawabkan. Pertanggung jawaban ini tidak dapat dilakukan
jika tiudak didukung dengan data-data tentang apa yang telah, sedang, dan akan
dilakukan dalam organsasi tersebut, data-data tersebut dapat diperoleh bila
dilakukan pencatatan dan pengdokumentasian yang baik.
Fungsi ini memgang peranan penting dalam memberhasilkan
kegiatan manjemen pendidikan., fungsi ini umumnya lebih banyak ditangani oleh
bagian ketatusahaan. Hasil catatan ini akan digunakan manajer untuk membuat
laporan tentang apa telah, sedang dan akan dilakukan dalam upaya pencapaian
tujuan pendidikan. Fungsi recording and reporting ini akan berhasil
jika tata kearsipan dapat dikelola secara efektif dan efesien.
7). Budgeting ( Pembuatan
Anggaran)
LUTHER GULLICK
mengemukakan bahwa penganggaran termasuk salah satu fungsi manajemen.
Penganggaran adalah fungsi yang berkenaan dengan pengendalian organisasi
melalui perencanaan fiskal dan akuntansi. Sesuatu anggaran, baik APBN maupun
APBD, menunjukkan dua hal: pertama sebagai satu pernyataan fiskal dan kedua
sebagai suatu mekanisme.
APBN merupakan kependekan dari
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. APBN adalah anggaran pendapatan dan
belanja negara Republik Indonesia setiap tahun yang telah disetujui oleh
anggota DPR (Dewan perwakilan Rakyat).
APBD merupakan kependekan dari Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah. APBD adalah anggaran pendapatan dan belanja
daerah setiap tahun yang telah disetujui oleh anggota DPRD (Dewan perwakilan
Rakyat Daerah).
Dalam penyusunan
anggaran dipertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut :
a. Pengetahuan tentang tujuan dan kebijakan umum perusahaan.
b. Data masa lalu.
c. Kemungkinan perkembangan kondisi ekonomi.
d. Pengetahuan tentang taktik, strategi pesaing, dan gerak-gerik pesaing.
e. Kemungkinan adanya perubahan kebijakan pemerintah.Penelitian untuk
pengembangan perusahan.
Dari ketujuh
fungsi diatas kita tambahkan 1 item lagi yakni :
8).
Controlling (Pengawasan)
Proses pengawasan mencatat perkembangan ke arah tujuan dan memungkinkan
manajer mendeteksi penyimpangan dari perencanaan tepat pada waktunya untuk
mengambil tindakan korektif sebelum terlambat.
Melalui pengawasan yang efektif, roda organisasi, implementasi rencna,
kebijakan, dan upaya pengendalian mutu dapat dilaksanakan dengan lebih
baik.
Penampilan mengindikasikan bahwa secar langsung berhubungan dengan strategi
sekolah (seperti input siswa, mutu pengelola, mutu lulusan, resep masyarakat,
dan seterusnya. Mungkin biasa menyediakan sinyal peringatan awal dari
perjalanan panjang yang efektif. Pengawasan strategi sekolah sering disebut
“pengawasan strategi”. Sebab fokusnya pada kegiatan yang dilakukan sekolah untuk
mencapai tujuan strategi, sehingga menjadi sekolah lebih bermutu. Pengawasan
diartikan sebagai salah satu kegiatan mengetahui realisasi perilaku personal
sekolah dan apakah tingkat pencapaian tujuan sesuai yang dikehendaki, dan dari
hasil pengawasan apakah dilakukan perbaikan.
Kenyataan menunjukkan, pengawasan dalam institusi pendidikan dilihat
dari praktek menunjukkan tidak dikembangkan untuk mencapai efektivitas,
efesiensi, dan produktifitas, tetapi lebih dititik beratkan pada kegiatan
pendukung yang bersifat progress checking, tentu saja hal yang demikian
bukanlah jawaban yang tepat untuk mencapai visi dan misipendidikan. Yang
ujung-ujungnya perolehan mutu yang kompetitif menjadi tidak terwujud.
Prinsip-prinsip
pengawasan yang perlu diperhatikan menurut massie (1973:89)
a. Tertuju kepada strategi sebagai kunci sasaran yang menentukan keberhasilan.
b. Pengawasan harus menjadi umpab balik sebagai bahan revisi dalam mencapai
tujuan.
c. Harus fleksibel dan responsive terhadap perubahan-perubahan kondisi dan
lingkungan.
d. Cocok dengan organisasi pendidikan misalnya organisasi
sebagai system terbuka.
e. Merupakan control diri sendiri.
f. Bersifat langsung yaitu pelaksanaan control di tempat pekerja dan
g. Memperhatikan hakikat manusia dalam mengontrol para
personal pendidiklan.
Sejalan dengan prinsip-prinsip tersebut oteng sutisna
(1983 : 203)
a. Menegaskan bahwa tindakan pengawasan terdiri dari
tiga langka universal.
b. Mengukur perbuatan atau kinerja.
c. Membandingkan perbuatan dengan standar yang ditetapkan
dan menetapkan perbedaan-perbedaan jika ada dan
d. Memperbaiki penyimpangan dengan tindakan pembetulan.
Pengawasan manajemen sekolah adalah
usaha sistematis menetapkan standar prestasi (performance standard) dengan
perencanaan sasarannya guna mendesain system informasi umapan balik.
Membandingkan prestasi kerja dengan standar yang telah
ditetapkan lebih dahulu adalah penting, untuk menentukan apakah ada penyimpangan
(deviation) dan mencatat besar kecilnya penyimpangan, kemudian mengambil
tindakan yang diperlukan untuk memastikan, bahwa semua sumber sekolah
dimanfaatkan secara efektif dan efisien.
Pengawasan dan pengendalian sekolah dilakukan oleh kepala
sekolah, pengawasan layanan belajar harus dilakukan oleh supervisor, dan
pengawasan layanan teknis kependidikan dilakukan oleh tenaga kependidikan yang
diberi wewenang untuk itu. Pengendalian dan pengawasan penggunaan anggaran
dalam penyelanggaraan sekolah yang dapat dipergunakan untuk menjalankan
operasi sekolah
dan banyak metode pengendalian yang mencakup anggaran belanja (budget),
perhitungan rugi laba, dan sarana-sarana keuangan lainnya agar pelaksanaan
operasi sekolah dapat berhasil dengan baik. Kualitas layanan belajar akan
diawasi melalui metode pengawasan kualitas menurut ilmu statistic dan
ilmu pendidikan dalam pengukuran kemajuan belajar dan kinerja
sekolah secara keseluruhan.
Kegiatan monitoring dan pengawasan adalah kegiatan untuk mengumpulkan data
tentang penyelenggaraan suatu kerja sama antara guru, kepala sekolah, konselor,
supervisor dan petugas sekolah lainnya dalam instituasi sekolah.
Fungsi Manajemen Menurut Lyndall F. Urwick (1974)
Fungsi Manajemen
menurut Lindall F. Urwick ~ SPO3C, terdiri dari :
1). Staffing
Staffing adalah
salah satu fungsi manajemen berupa penyampaian perkembangan atau hasil kegiatan
atau pemberian keterangan mengenai segala hal yang bertalian dengan tugas dan
fungsi-fungsi kepada pejabat yang lebih tinggi.
2). Planning
Berbagai batasan tentang planning dari yang sangat sederhana sampai dengan
yang sangat rumit. Misalnya yang sederhana saja merumuskan bahwa perencanaan
adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai suatu hasil yang
diinginkan. Pembatasan yang terakhir merumuskan perencaan
merupakan
penetapan jawaban kepada enam pertanyaan berikut :
1. Tindakan apa yang harus dikerjakan ?
2. Apakah sebabnya tindakan itu harus dikerjakan ?
3. Di manakah tindakan itu harus dikerjakan ?
4. kapankah tindakan itu harus dikerjakan ?
5. Siapakah yang akan mengerjakan tindakan itu ?
6. Bagaimanakah caranya melaksanakan tindakan itu ?
3). Organizing
Organizing atau pengororganisasian adalah kumpulan dua orang atau
lebih yang bekerja sama dalam cara yang terstruktur untuk mencapai sasaran
spesifik atau sejumlah sasaran.
4). Controlling
Controlling atau pengawasan, sering juga disebut pengendalian adalah salah
satu fungsi manajemen yang berupa mengadakan penilaian, bila perlu mengadakan
koreksi sehingga apa yang dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar
dengan maksud dengan tujuan yang telah digariskan semula.
5). Directing /
Commanding
Directing atau Commanding adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan
usaha memberi bimbingan, saran, perintah-perintah atau instruksi kepada bawahan
dalam melaksanakan tugas masing-masing, agar tugas dapat dilaksanakan dengan
baik dan benar-benar tertuju pada tujuan yang telah ditetapkan semula.
6). Coordinating
Coordinating atau pengkoordinasian merupakan salah satu fungsi manajemen
untuk melakukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan, percekcokan,
kekosongan kegiatan, dengan jalan menghubungkan, menyatukan dan menyelaraskan
pekerjaan bawahan sehingga terdapat kerja sama yang terarah dalam upaya
mencapai tujuan organisasi.
Fungsi Manajemen Menurut Harold Koentz
Fungsi-fungsi manajemen menurut Harold Koentz ~ POSDC,
terdiri dari :
1). Planning
Penetapan sejumlah pekerjaan yang akan dilaksanakan
kemudian. Perencanaan merupakan aktivitas untuk memilih dan menghubungkan fakta
serta aktivitas membuat rencana mengenai kegiatan-kegitan apa yang akan
dilakukan di masa depan. Maka seorang manajer dituntut untuk dapat membuat
rencana terlebih dahulu tentang kegiatan yang akan dilakukan. Proses
perencanaan sangat penting dilaksanakan sebagai pedoman atau pegangan dalam
pengerjaan aktivitas selanjutnya. Adapun beberapa aktivitas perencanaan adalah
peramalan, pengembangan tujuan-tujuan, pengembangan strategi-strategi,
pemrograman, penjadwalan, penganggaran, pengembangan kebijakan-kebijakan, dan
pengembangan prosedur-prosedur.
2). Organizing
Pengorganisasian adalah usaha yang dilakukan untuk
menciptakan hubungan kerja antar personal dalam organisasi dengan cara
mengelompokan orang-orang beserta penetapan tugas-tugas, fungsi-fungsi,
wewenang, dan tanggung jawab masing-masing agar tercapainya tujuan bersama
melalui aktivitas-aktivitas yang berdaya dan berhasil guna karena dilakukan
secara efektif dan efisien.
3). Staffing
Penyusunan kepegawaian pada suatu organisasi dari awal masa penerimaan,
seleksi, orientasi, pelatihan dan pengembangan karir hingga menggerakan pegawai
agar setiap tenaga kerja yang ada memberikan dan melaksanakan suatu kegiatan
yang menguntungkan organisasi.
4). Directing
Fungsi directing atau sering dikenal dengan leading adalah satu kegitan
yang berhubungan dengan pemberian perintah dan saran agar para bawahan dapat
mengerjakan tugas yang dikehendaki manajer. Kegiatannya meliputi mengambil
keputusan, mengadakan komunikasi antara manajer dan bawahan agar ada rasa
saling pengertian, memberikan semangat, motivasi ataupun dorongan kepada
bawahan dalam melaksanakan tugasnya, memilih orang-oramg yang mempunyai
kemampuan untuk bergabung dalam kelompoknya, dan memperbaiki pengetahuan serta
sikap bawahan agar terampil dalam mengerjakan pekerjaan.
5). Controlling
Melalui aktivitas pengendalian, manajer harus mengevaluasi dan menilai
pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan bawahannya untuk mengetahui apakah pekerjaan
dilakukan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan atau tidak. Pengendalian
tidaklah bermaksud untuk mencari kesalahan bawahan. Namun pengendalian
dilakukan bertujuan untuk mencari penyimpangan yang terjadi sehingga dapat
dilakukan perbaikan kea rah yang lebih baik.
Fungsi Manajemen Menurut James A.F. Stoner
Fungsi-fungsi
manajemen menurut James A.F. Stoner ~ POLC, terdiri dari :
Dalam buku
"Manajemen" dari James A.F. Stoner Jilid 1 terbitan bahasa Indonesia
Stoner
mengatakan bahwa "Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian,
kepemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasi dan menggunakan semua
sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan".
Sekarang jelas
bahwa fungsi manajemen menurut Stoner ada empat yaitu perencanaan (planning),
pengorganisasian (organizing), kepemimpinan (leading), dan
pengendalian (Controlling).
Kemudian Stoner
merumuskan keempat fungsi manajemen itu sebagai berikut:
- Perencanaan (planning)
menunjukan bahwa para manajer memikirkan tujuan dan kegiatannya sebelum
melaksanakannya. Kegiatan mereka biasanya berdasar suatu cara, rencana,
atau logika, bukan asal tebak saja.
- Pengorganisasian (organization)
berarti para manajer itu mengkoordinir sumber daya manusia dan sumber daya
bahan yang dimiliki organisasi. Sejauh mana efektifnya suatu organisasi
tergantung pada kemampuannya untuk mengerahkan sumber daya yang ada dalam
mencapai tujuannya. Tentu saja, dengan makin terpadu
dan makin terarahnya pekerjaan akan menghasilkan makin efektifnya
organisasi. Mendapatkan koordinasi yang sedemikian itu adalah salah satu
tugas manajer.
- Memimpin (to lead)
menunjukan bagaimana para manajer mengarahkan dan mempengaruhi bawahannya,
menggunakan orang lain untuk melaksanakan tugas tertentu, Dengan
menciptakan suasana tepat, mereka membantu bawahannya bekerja sebaik
mungkin.
- Pengendalian (controlling)
berarti para manajer berusaha untuk meyakinkan bahwa organisasi bergerak
dalam arah tujuan. Apabila salah satu bagian dari organisasi menuju arah
yang salah, para manajer berusaha untuk mencari sebabnya dan kemudian
mengarahkannya kembali ke tujuan yang benar.
Demikianlah
fungsi manajemen menurut James A.F. Stoner yang saya ambil langsung dari
bukunya. Beberapa catatan penting juga harus diperhatikan yaitu fungsi
manajemen para ahli selalu berdasar pada apa definisi manajemen menurut ahli
tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar