Pengertian Supervisi
Supervisi diadopsi
dari bahasa Inggris "supervision" yang berarti pengawasan atau
kepengawasan. Secara morfologissupervisi berasal dari kata super yang
berarti atas, lebih dan visi, berarti penglihatan, atau pandangan. Seorang
supervisor memiliki kelebihan dalam banyak hal, seperti penglihatan, pandangan,
pendidikan, pengalaman, kedudukan dan sebagainya.
Definisi supervisi
telah dirumuskan oleh para ahli, antara lain:
1.
Soekarto
Supervisi
adalah suatu usaha menstimulasi, mengkoordinasi dan membimbing secara kontinyu
pertumbuhan guru-guru sekolah, baik secara individual maupun secara kelompok,
agar lebih mengerti, dan lebih efektif dalam mewujudkan seluruh fungsi
pengajaran, sehingga dengan demikian mereka mampu dan lebih cakap
berpartisipasi dalam masyarakat demokrasi modern.
2.
Subari
Supervisi
adalah prosedur memberi arah serta mengadakan penilaian secara kritis terhadap
proses pengajaran.
3.
Soewadji
Lazaruth
Supervisi
adalah bantuan untuk mengembangkan situasi belajar-mengajar yang lebih baik.
4.
Ahmad
Rohani dan Abu Ahmadi
Supervisi
adalah suatu program yang berencana untuk memperbaiki pengajaran.
Tujuan Supervisi:
Mengembangkan
situasi belajar dan mengajar yang lebih baik. Jadi pengawasan bertujuan untuk
mengadakan evaluasi, yaitu untuk pengukuran kemajuan sekolah.
Perbaikan dan
perkembangan proses belajar mengajar secara total, ini berarti tujuan supervisi
tidak hanya untuk memperbaiki mutu mengajar guru, tapi juga membina pertumbuhan
profesi guru dalam arti luas, termasuk di dalamnya pengadaan
fasilitas-fasilitas, pelayanan kepemimpinan dan pembinaanhuman relation yang
baik kepada semua pihak yang terkait.
Prinsip-Prinsip
Supervisi
Seorang pemimpin
pendidikan yang berfungsi sebagai supervisi dalam melaksanakan supervisi
hendaknya bertumpu pada prinsip supervisi sebagai berikut:
1)
Ilmiah, yang mencakup unsur-unsur:
a)
Sistematis, berarti dilaksanakan secara teratur, terencana dan
kontinyu.
b)
Obyektif artinya data yang didapat berdasarkan pada observasi nyata,
bukan tafsiran
pribadi.
c)
Menggunakan alat yang dapat memberi informasi sebagai umpan balik
untuk mengadakan
penilaian terhadap proses belajar-mengajar.
2)
Demokratis
Servis dan bantuan
yang diberikan kepada guru berdasarkan hubungan kemanusian yang akrab dan
kehangatan, sehingga guru-guru merasa aman untuk mengembangkan tugasnya.
Menjunjung tinggi asas musyawarah. Memiliki jiwa kekeluargaan yang kuat serta
sanggup menerima pendapat orang lain
3)
Kooperatif
Seluruh staf sekolah
dapat bekerja bersama, mengembangkan usaha bersama dalam menciptakan situasi
belajar mengajar yang lebih baik
4)
Konstruktif dan kreatif
Membina inisiatif
guru serta mendorongnya untuk aktif menciptakan suasana di mana tiap orang
merasa aman dan dapat mengembangkan potensi-potensinya.
5)
Praktis, artinya dapat dikerjakan, sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.
6)
Fungsional
Supervisi dapat
berfungsi sebagai sumber informasi bagi pengembangan manajemen pendidikan dan
peningkatan proses belajar mengajar.
7)
Relevansi, artinya pelaksanaan supervisi seharusnya sesuai dan menunjang
pelaksanaan yang
berlaku. Apabila prinsip-prinsip tersebut diatas dapat
dipahami dan
dilaksanakan oleh Kepala Sekolah, maka dapat di harapkan
setiap sekolah akan
berangsur-angsur maju dan berkembang sebagai alat
yang benar-benar
memenuhi syarat untuk mencapai tujuan pendidikan.
Fungsi
Supervisi Pendidikan
Fungsi
utama supervisi pendidikan ditujukan pada perbaikan dan peningkatan kualitas
pengajaran. Untuk mengidentifikasikan kebutuhan guru, kemudian untuk
meningkatkan kemampuannya dan selanjutnya membimbing guru supaya ia benar-benar
berusaha menerapkan kemampuannya untuk meningkatkan situasi belajar-mengajar
dengan murid-muridnya, diperlukan kegiatan-kegiatan tertentu, cara-cara
tertentu yang khusus dan terarah, agar masing-masing tujuan tercapai
sebaik-baiknya. Berikut ini fungsi-fungsi supervisi sebagai berikut:
1.)
Mengkordinir semua usaha sekolah
2.)
Memperlengkap kepemimpinan sekolah
3.)
Memperluas pengalaman guru-guru
4.)
Menstimulasi usaha-usaha sekolah yang kreatif
5.)
Memberikan fasilitas dan penilaian terus-menerus
6.)
Menganalisis situasi belajar-mengajar
7.) Memperlengkapi
setiap anggota staf dengan pengetahuan yang baru dan
keterampilan-keterampilan
baru pula
8.) Memadukan
dan menyelaraskan tujuan-tujuan pendidikan dan membentuk
kemampuan-kemampuan
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar