Jumat, 13 Desember 2013

SUPERVISI

Pengertian Supervisi
Supervisi diadopsi dari bahasa Inggris "supervision" yang berarti pengawasan atau kepengawasan. Secara morfologissupervisi berasal dari kata super yang berarti atas, lebih dan visi, berarti penglihatan, atau pandangan. Seorang supervisor memiliki kelebihan dalam banyak hal, seperti penglihatan, pandangan, pendidikan, pengalaman, kedudukan dan sebagainya.

Definisi supervisi telah dirumuskan oleh para ahli, antara lain:
1.      Soekarto
Supervisi adalah suatu usaha menstimulasi, mengkoordinasi dan membimbing secara kontinyu pertumbuhan guru-guru sekolah, baik secara individual maupun secara kelompok, agar lebih mengerti, dan lebih efektif dalam mewujudkan seluruh fungsi pengajaran, sehingga dengan demikian mereka mampu dan lebih cakap berpartisipasi dalam masyarakat demokrasi modern.
2.      Subari
Supervisi adalah prosedur memberi arah serta mengadakan penilaian secara kritis terhadap proses pengajaran.
3.      Soewadji Lazaruth 
Supervisi adalah bantuan untuk mengembangkan situasi belajar-mengajar yang lebih baik.
4.      Ahmad Rohani dan Abu Ahmadi 

Supervisi adalah suatu program yang berencana untuk memperbaiki pengajaran.

Tujuan Supervisi:
Mengembangkan situasi belajar dan mengajar yang lebih baik. Jadi pengawasan bertujuan untuk mengadakan evaluasi, yaitu untuk pengukuran kemajuan sekolah.
Perbaikan dan perkembangan proses belajar mengajar secara total, ini berarti tujuan supervisi tidak hanya untuk memperbaiki mutu mengajar guru, tapi juga membina pertumbuhan profesi guru dalam arti luas, termasuk di dalamnya pengadaan fasilitas-fasilitas, pelayanan kepemimpinan dan pembinaanhuman relation yang baik kepada semua pihak yang terkait.

Prinsip-Prinsip Supervisi
Seorang pemimpin pendidikan yang berfungsi sebagai supervisi dalam melaksanakan supervisi hendaknya bertumpu pada prinsip supervisi sebagai berikut:
1)      Ilmiah, yang mencakup unsur-unsur:
a)      Sistematis, berarti dilaksanakan secara teratur, terencana dan
kontinyu.
b)      Obyektif artinya data yang didapat berdasarkan pada observasi nyata,  
bukan tafsiran pribadi.
c)      Menggunakan alat yang dapat memberi informasi sebagai umpan balik
untuk mengadakan penilaian terhadap proses belajar-mengajar.
2)      Demokratis
Servis dan bantuan yang diberikan kepada guru berdasarkan hubungan kemanusian yang akrab dan kehangatan, sehingga guru-guru merasa aman untuk mengembangkan tugasnya. Menjunjung tinggi asas musyawarah. Memiliki jiwa kekeluargaan yang kuat serta sanggup menerima pendapat orang lain
3)      Kooperatif
Seluruh staf sekolah dapat bekerja bersama, mengembangkan usaha bersama dalam menciptakan situasi belajar mengajar yang lebih baik
4)      Konstruktif dan kreatif
Membina inisiatif guru serta mendorongnya untuk aktif menciptakan suasana di mana tiap orang merasa aman dan dapat mengembangkan potensi-potensinya.
5)      Praktis, artinya dapat dikerjakan, sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.
6)      Fungsional
Supervisi dapat berfungsi sebagai sumber informasi bagi pengembangan manajemen pendidikan dan peningkatan proses belajar mengajar.
7)      Relevansi, artinya pelaksanaan supervisi seharusnya sesuai dan menunjang
pelaksanaan yang berlaku. Apabila prinsip-prinsip tersebut diatas dapat
dipahami dan dilaksanakan oleh Kepala Sekolah, maka dapat di harapkan
setiap sekolah akan berangsur-angsur maju dan berkembang sebagai alat
yang benar-benar memenuhi syarat untuk mencapai tujuan pendidikan.

Fungsi Supervisi Pendidikan
Fungsi utama supervisi pendidikan ditujukan pada perbaikan dan peningkatan kualitas pengajaran. Untuk mengidentifikasikan kebutuhan guru, kemudian untuk meningkatkan kemampuannya dan selanjutnya membimbing guru supaya ia benar-benar berusaha menerapkan kemampuannya untuk meningkatkan situasi belajar-mengajar dengan murid-muridnya, diperlukan kegiatan-kegiatan tertentu, cara-cara tertentu yang khusus dan terarah, agar masing-masing tujuan tercapai sebaik-baiknya. Berikut ini fungsi-fungsi supervisi sebagai berikut:
1.)    Mengkordinir semua usaha sekolah
2.)    Memperlengkap kepemimpinan sekolah
3.)    Memperluas pengalaman guru-guru
4.)    Menstimulasi usaha-usaha sekolah yang kreatif
5.)    Memberikan fasilitas dan penilaian terus-menerus
6.)    Menganalisis situasi belajar-mengajar
7.)   Memperlengkapi setiap anggota staf dengan pengetahuan yang baru dan
  keterampilan-keterampilan baru pula
8.)   Memadukan dan menyelaraskan tujuan-tujuan pendidikan dan membentuk
kemampuan-kemampuan





Sumber:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar